Showing posts with label Tutorial. Show all posts
Showing posts with label Tutorial. Show all posts

Wednesday, August 12, 2009

7 Kunci Cepat Mahir Belajar Linux

Setiap sesuatu ada rahasianya, ada cara kerjanya, ada sistem dan formulanya.

Linux pun begitu.

Sebagai sistem operasi, pada mulanya linux di desain menurut contoh moyangnya UNIX.
Tetapi dalam perjalanan, Linux mengalami evolusi yang luar biasa.

Ada 7 kunci (yang saya rumuskan, tentunya) untuk memahami Linux.

Apa saja kunci-kunci cepat mahir belajar linux itu, silahkan simak pada tulisan berikut.
Kunci Pertama, Linux itu MultiUsers

Linux mendukung banyak pengguna dalam sebuah sistem, sistem di sini bisa mencakup sebuah jaringan, lan atau hanya komputer pribadi.

Dengan memahami bahwa linux itu multiusers, kita bisa menarik asumsi:

* Konfigurasi standar untuk semua user PASTI ada dan tersimpan di suatu tempat dan PASTI di kopikan saat pertama kali akun user di buat.
Dengan memahami ini, administrator dapat melakukan konfigurasi standar sesuai keinginan tanpa perlu menyentuh akun setiap user.
* Dengan memahami ini juga, user bisa menginstall aplikasi sendiri, memiliki konfigurasi sendiri, bisa menjalankan website sendiri, ftp sendiri dan sebagainya.

Kunci Kedua, Linux itu MultiTasking

Proses dan task setiap user PASTI berbeda. Dan tidak akan mengganggu proses user lainnya. Ini artinya, anda bisa menjalankan program anda sendiri tanpa khawatir melebihi kuota. Ini artinya, anda bisa memiliki direktori khusus yang bertindak layaknya sebuah sistem linux. Anda bisa memiliki direktori tmp, bin dan lib anda sendiri.
Kunci Ketiga, Linux itu Kernel

Jangan bingung dengan banyaknya distribusi yang beredar dan akan terus bermunculan nantinya. Setiap Distribusi Linux harus mengikuti standar. Standar ini memiliki fondasi yang paling dasar, kernel.

Kernel lah yang bertanggung jawab untuk mengenali file system, kernel yang bertanggung jawab bagaimana aplikasi berinteraksi dengan hardware, kernel juga yang menentukan apakah suatu fitur/protokol di dukung atau tidak.

Coba anda perhatikan, dari ratusan distro yang beredar sekarang ini, bukankah struktur file sistem dan hierarkinya sama atau paling tidak memiliki kemiripan susunan?

Bukankah, distro itu menggunakan shell? Dan perintah internal setiap shell ada kemiripannya?

Bukankah distro-distro itu menggunakan desktop?
Dan desktop-desktop itu memiliki kemiripan? Klik kiri, klik kanan, scroll, ikonisasi, window, format image dan sebagainya.

Dari memahami ini, kita bisa belajar distro apapun dalam hitungan menit, kalau bukan dalam hitungan jam.
Kunci Keempat, Linux itu Berbahasa Inggris

Kok, ini masuk kedalam kategori juga?

Jelas, kemampuan kita memahami bahasa Inggris akan sangat membantu dalam memahami Linux. Bukan maksud saya meremehkan distro-distro berbasis bahasa regional. Tetapi, biaya dan energi yang dikeluarkan untuk mengejar kemajuan perkembangan dan kemunculan aplikasi baru di dunia open source tidak sebanding dengan hasil yang dicapai.

Lebih mudah bagi anda, kursus bahasa Inggris 3 bulan ketimbang melakukan penerjemahan dokumentasi, message, dan source code.

Bukankah dengan memahami Bahasa Inggris, anda akan bisa diterima dimana-mana?

Jadi, luangkanlah waktu untuk belajar Bahasa Inggris dan memperkaya kosa-kata anda. Insya Allah, anda akan lebih cepat belajar dan adaptasi.
Kunci Kelima, Linux itu Shell

Linux awalnya adalah shell. Meskipun sepertinya, “kekuatan” GUI mulai tampak, dalam tingkat tertentu, shell mampu menggantikan GUI dan mampu bekerja lebih efisien ketimbang GUI.

Bawa saja sistem GUI anda ke komputer dengan spesifikasi minimal, dijamin tidak akan bekerja maksimal (atau tidak bisa bekerja sama sekali ?). Bandingkan dengan sistem shell yang dibawa ke lingkungan yang diperuntukkan untuk sistem GUI.
Wuzzzzz!!! Sistem anda akan bekerja puluhan kali lipatnya.

Jadi, pahamilah shell, pelajarilah shell, akrabi-lah shell, sayangi lah shell, niscaya anda beruntung!
:-)
Kunci Keenam, Linux itu Free dan Open Source

Mengapa ini juga penting?
Karena sifat Linux yang free (dalam arti BEBAS), Linux memiliki massa pendukung yang luar biasa. Banyak komunitas yang terbentuk di setiap negara, terbagi-bagi dalam proyek-proyek, distro-distro dan aplikasi-aplikasi tertentu.

Di Indonesia sendiri, massa Linux ini kalau dikumpulkan menjadi partai politik, mungkin bisa ikut pemilu 2009 nanti.

Dengan memahami Linux itu Free (bebas) kita tidak khawatir menggunakannya dalam setiap aspek komputerisasi baik pribadi maupun bermasyarakat. Kita bisa membagikannya dengan keikhlasan atau dengan biaya minimal.

Dengan memahami Linux didukung oleh komunitas, kita bisa belajar dengan orang lain, kita bisa berbagi ilmu tanpa takut nama kita akan dilupakan.
Kunci Ketujuh, Linux itu Juga Sistem Operasi

Frasa ini senada dengan frasa yang populer dari band rocker seriuss, “rocker itu juga manusia”. Linux tidak jauh beda dengan sistem operasi lainnya seperti windows, mac os, bsd, solaris, dos, dan lainnya.

Masalah yang dihadapi OS lain juga dihadapi Linux. Solusi untuk OS lain pun bisa diterapkan di Linux.

Dengan memahami ini, kita tidak usah heran, “mengapa di Linux, driver ini tidak bekerja seperti di OS anu”. Kita tidak perlu bengong, “kok Ubuntu saya yang lebih dulu rilis, bisa mirip tampilannya seperti OS baru ini”.
Tak usah terlalu percaya diri juga, suatu waktu, virus akan muncul juga di dunia Linux.

Well, ini rangkuman yang bisa saya tulis dan saya paksa-paksain supaya matching dengan keseharian saya.

PERINGATAN:
7 Kunci Mahir Linux ini bukan formula yang dirumuskan oleh seorang seperti Linus atau RMS atau sekaliber Om Rusmanto atau Om Onno. Dan jelas, tidak akan bisa keluar dari otak sekaliber “you know who”.
Jadi, tanggung resiko jika anda menggunakannya di institusi yang “ilmiah”.

Ubuntu 9.04 – Bagaimana Mengkonversi Filesystem Ext3 ke Ext4

Jadi anda sudah menginstall Ubuntu 9.04? Atau anda baru saja mengupgrade sistem anda ke Jaunty Jackalope?
Jika ya, mungkin anda memiliki masalah yang sama dengan saya.

Saya melakukan fresh install Ubuntu 9.04 Jaunty, sejak saya tidak melakukan banyak konfigurasi dan telah melakukan backup beberapa file penting (terutama database mysql proyek-proyek website saya).
Yang saya masih khawatirkan adalah partisi /home saya yang berisi 118 Gigabyte data di partisi ext3.

Awalnya saya tidak mau melakukan konversi, meskipun tutorial-nya sudah ketemu. Saya masih khawatir kalau-kalau koleksi film, lagu-lagu, ebooks, file ISO linux dan sebagainya itu lenyap karena kecerobohan saya atau karena kernel yang memiliki bugs atau karena filesystem yang tidak stabil.

Setelah membaca banyak dan meyakinkan diri, akhirnya saya memilih untuk menyongsong masa depan (ceileee!), saya memutuskan untuk melakukan konversi.

Berpindah dari filesystem Ext3 lama ke filesystem Ext4 yang baru.
Mengapa saya ngotot menggunakan filesystem Ext4?

Jawabannya… Eng I Eng Eng…..

Filesystem Ext4 memiliki kelebihan yang menjadikannya layak menjadi filesystem pengganti ext3.
Kelebihan itu antara lain:

* Delayed allocation & mballoc allocator for better on-disk allocation
* Sub-second timestamps
* Space preallocation
* Journal checksumming
* Large (>2 Terabyte) FILE support
* Large (>16 Terabyte) FileSystem support
* Defragmentation support

Sebelum Anda Mengkonversi Filesystem Ext3 ke Ext4

Untuk mengkonversi filesystem Ext3 ke Ext4 distribusi Linux anda harus:

* Memiliki kernel yang mendukung filesystem Ext4
* Partisi yang akan dikonversi harus di UNMOUNT
* Untuk memastikan apakah partisi yang akan dikerjakan tidak di mount, gunakan perintah:
sudo umount /dev/sda5
* Anda tidak bisa melakukan konversi root (/) sedangkan anda sedang bekerja dengan filesystem tersebut (booting). Untuk ini, anda memerlukan LiveCD atau Linux di USB.

Proses Konversi Filesystem Ext3 ke Ext4

Booting menggunakan LiveCD atau LiveUSB anda.
Saya sendiri menggunakan Ubuntu 9.04 yang diinstall (bukan live lho) pada USB hardisk.
1. Ketahui dulu ‘alamat’ partisi yang akan di konversi menggunakan fdisk.

Buka terminal anda, ketikkan:

sudo fdisk -l
2. Lakukan konversi (sebenarnya hanya menambahkan fitur filesystem)

sudo tune2fs -O extents,uninit_bg,dir_inde
x /dev/sda5

Pada perintah di atas, saya mengkonversi partisi /home saya yang berada di alamat /dev/sda5 (partisi logical pertama).
Jangan heran, tahap ini hanya memakan waktu beberapa detik saja. Yang lama itu adalah tahap berikutnya.
3. fsck biasanya digunakan untuk memeriksa filesystem

Nah, disinilah fungsi fsck berperan. Ketika kita menggunakan perintah:

sudo fsck -pDf /dev/sda5

sebenarnya kita sedang melakukan ‘perbaikan’ filesystem yang ‘rusak’ karena kita sudah merubah atribut fitur filesystem tersebut menggunakan tune2fs.

Jadi, adalah wajar jika anda mendapatkan pesan error saat proses pemeriksaan filesystem.

Potongan perintah tune2fs tadi akan mengkonversi filesystem kita sehingga sekarang memiliki fitur:

* dir_index
Menggunakan b-trees (big trees – pohon besar??) hash untuk mempercepat pencarian pada direktori filesystem. Opsi -D pada fsck berfungsi untuk melakukan konversi direktori ke format b-trees.
* uninit_bg
Fitur ini akan mempersingkat waktu pengecekan filesistem karena hanya mengecek inode-inode yang mengalami perubahan saja.

4. Edit Konfigurasi Fstab

Setelah menyelesaikan konversi, saatnya merubah jenis filesystem pada konfigurasi proses mounting filesystem saat booting.

Mount partisi root linux anda

sudo mount /dev/sda1 /home/ubuntu/direktori_mount_point

Buka file /etc/fstab sebagai root.

sudo nano /home/ubuntu/direktori_mount_point/etc/fstab

Edit baris yang seperti ini:

UUID=f6926896-247d-4511-afa0-8f1a67302232 /home ext3 relatime 0 2

ke konfigurasi baru:

UUID=f6926896-247d-4511-afa0-8f1a67302232 /home ext4 relatime 0 2

Perhatikan, yang berubah hanyalah di bagian jenis filesystemnya saja.

Simpan (ctrl+O) dan keluar (ctrl+X) dari editor nano.
5. Reboot Linux Anda dan nikmati filesystem baru anda.

Selamat, sekarang anda sudah bisa menikmati filesystem ext4 dengan segala kelebihannya

WARNING!
Backup dahulu data-data anda sebelum melakukan konversi filesystem atau anda bisa kehilangan data (meskipun tutorial ini bisa dibilang 99% aman dan sukses tanpa kendala pada Ubuntu Jaunty 9.04 saya).


Tuesday, August 11, 2009

Memahami BIOS

Hoy hoy..
Kita sering banget mendengar yang namanya BIOS, sedangkan BIOS sendiri artinya kita tidak tahu..Catatan kali ini akan menjelaskan apa sih artinya BIOS ^_^

Basic input Output System (BIOS) merupakan firmware atau software kecil yang di isikan pada sebuah chip untuk mengatur dan mengkonfigurasikan system pc, dan menjadi pengatur sebelum masuk ke system operasi.
BIOS pada motherboard modern memiliki tugas sbb:
1.menditeeksi dan melakukan konfigurasi pada hardisk, floppy, dll.
2.melakukan Power On Self Test (POST) untuk menditeksi apakah perangkat- perangkat telah terinstal dengan benar pada PC.
3.melakukan pengaturan waktu secara real time, waktu yang di atur pada bios ini juga akan di gunakan pada system operasi.
Cara masuk ke bios pada berbagai jenis bios yaitu;
a.Amibios tekan Del
b.Awardbios tekan Del, Esc
c.Phoenikbios tekan Ctrl+Alt+Esc

Langkah-langkah urutan menyetting setup bios
1.hidupkan computer tunggu sesaat,tekan tombol del (atau sesuai perintahdilayar monitor) untuk masuk ke menu bios.
2.lakukan setting jam, hari, aktivasi I/O port (input output) yang sesuai dengan kondisi hardware yang terpasang, setelah selesai tekan f10 lalu tekan Y kemudian ok, untuk menyimpan dan sekaligus keluar dari menu bios.


Semoga Bermanfaat. ^_^

Menghitung IP Address dengan Cepat

Jika anda ingin menjadi seorang Network Administrator salah tiga syarat utamanya adalah memahami TCP/IP tidak hanya secara Konsep tetapi juga Desain dan Implementasinya.

Dalam tutorial ini saya ingin membagi pengertian yang saya pahami dalam menghitung IP Adress secara cepat.

Kita mulai ... lebih cepat lebih baik...

Mungkin anda sudah sering men-setting jaringan dengan protokol TCP/IP dan menggunakan IP Address 192.168.0.1, 192.168.0.2, 192.168.0.3, ...dst dengan netmask (subnet) 255.255.255.0 . Namun pernahkah terpikir untuk menggunakan IP selain IP tersebut ? misalnya :

  192.168.100.1  netmask 255.255.255.248 atau    192.168.50.16  netmask 255.255.255.240 ...??? 

Teori Singkat & Umum

Untuk mempelajari IP diperlukan pengetahuan tentang Logika dan Sitem Bilangan Biner. Tentang bagaimana cara mengkonversi bilangan Biner ke dalam bilangan Decimal atau menjadi BIlangan HexaDecimal, silahkan baca tutorial Sistem Bilangan Logika [Not Finished Yet] yang juga saya tulis dalam bentuk ringkasan. IP Address yang akan kita pelajari ini adalah IPv.4 yang berisi angka 32 bit binner yang terbagi dalam 4x8 bit.
Conto :
    8 bit   8 bit  8 bit  8 bit   192.168.0.1 -> 1 1 0 0 0 0 0 0 . 1 0 1 0 1 0 0 0 . 0 0 0 0 0 0 0  0 . 0 0 0 0 0 0 0 1     192        . 168         . 0            . 1 

Hal yang perlu dipahami dalam penggunaan IP Address secara umum adalah sebagai berikut :

Kelas IP

IP Address di bagi menjadi 5 kelas yakni A, B, C, D dan E. Dasar pertimbangan pembagian kelas ini adalah untuk memudahkan pendistribusian pendaftaran IP Address.

  • Kelas A

  • Kelas A ini diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang besar
    Bit Pertama : 0 Net-ID  : 8 bit   Host-ID  : 24 bit Range IP  : 1.xxx.xxx.xxx - 126.xxx.xxx.xxx Jumlah IP : 16.777.214 

    Note : 0 dan 127 dicadangkan, 0.0.0.0 dan 127.0.0.0 biasanya dipakai untuk localhost.

  • Kelas B
  • Kelas A ini diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang besar
    2 Bit Pertama : 10 Net-ID  : 16 bit   Host-ID  : 16 bit Range IP  : 128.xxx.xxx.xxx - 191.255.xxx.xxx Jumlah IP : 65.532 
  • Kelas C
  • 3 Bit Pertama : 110 Net-ID  : 24 bit   Host-ID  : 16 bit Range IP  : 192.xxx.xxx.xxx - 223.255.255.255 Jumlah IP : 254 
  • Kelas D
  • 4 Bit Pertama : 1110 Byte Inisial : 224 - 247 

    Note : Kelas D ini digunakan untuk keperluan multicasting dan tidak mengenal adanya Net-ID dan Host-ID

  • Kelas E
  • 4 Bit Pertama : 1111 Byte Inisial  : 248 - 255 

    Note : Kelas E ini digunakan untuk keperluan Eksperimental

    -> Network ID (Net-ID)

    Adalah IP address yang menunjukkan Nomor Jaringan (identitas segmen)
    Conto :
    1. Sebuah segmen dengan IP range 192.168.0.0 - 192.168.0.255 netmask 255.255.255.0 maka Net-ID nya adalah 192.168.0.0.
    2. Sebuah jaringan dengan IP range 192.168.5.16 - 192.168.5.31/28 maka Net-ID nya adalah 192.168.5.16

    Note : Net-ID adalah IP pertama dari sebuah segmen. Dalam implementasinya IP ini tidak dapat digunakan pada sebuah host.

    -> IP Broadcast

    Adalah IP address yang digunakan untuk broadcast. Dari conto di atas maka IP Broadcast nya adalah 192.168.0.255 .

    Note : IP Broadcast adalah IP terakhir dari sebuah segmen (kebalikan dari Net-ID). Dalam implementasinya IP ini juga tidak dapat digunakan pada sebuah host.

    -> Subnet Mask (Netmask)

    Adalah angka binner 32 bit yang digunakan untuk :
  • membedakan Net-ID dan Host-ID
  • menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar
  • Kelas A : 11111111.00000000.00000000.00000000 = 255.0.0.0 Kelas B : 11111111.11111111.00000000.00000000 = 255.255.0.0 Kelas C : 11111111.11111111.11111111.00000000 = 255.255.255.0 
    Conto :
    sebuah segmen dengan IP range 192.168.0.0 - 192.168.0.255 maka Netmask nya adalah : 255.255.255.0 .

    -> Prefix

    Adalah penulisan singkat dari sebuah Netmask. Dari conto juga maka prefix nya adalah 24 maka menuliskan prefix-nya 192.168.0.0/24

    -> Jumlah IP yang tersedia

    Adalah jumlah IP address yang tersedia dalam sebuah segmen (blok). Dari conto di atas maka Jumlah IP yang tersedia sebanyak 256 (192.168.0.0 - 192.168.0.255)

    Note : Dalam implementasinya tidak semua IP yang tersedia dapat digunakan karena ada 2 IP yang akan digunakan sebagai Net-ID dan Broadcast..

    -> Jumlah Host

    Adalah jumlah dari IP address yang dapat dipakai dalam sebuah segmen. Dari conto di atas maka jumlah host-nya adalah 254 (192.168.0.1 - 192.168.0.254). IP 192.168.0.0 sebagai Net-ID dan 192.168.0.255 sebagai Broadcast-nya.

    Note : Jumlah Host = Jumlah IP yg tersedia - 2

    -> IP Public

    Adalah IP address yang dapat dikenali di jaringan internet.
    Conto :
    202.95.144.4, 64.3.2.45, 4.2.2.1 dst

    Note : IP Public akan kita dapatkan jika kita berlangganan Leased Line.

    -> IP Private

    Adalah IP address yang hanya dapat dikenali di jaringan local (LAN).
    Conto :
    192.168.1.1, 192.168.0.5, 192.168.10.200 dst

    Note : IP Private dapat kita gunakan semau kita untuk membangun LAN tanpa harus berlangganan Internet seperti Leased Line.

    Memulai Perhitungan

    Perhatikan kombinasi angka dibawah ini :

    255.255.255.0

    Cara membaca :

    Kombinasi angka tersebut adalah untuk netmask 255.255.255.0 yang apabila di konversi ke Bilangan Biner adalah 11111111.11111111.11111111.00000000. Kita ambil 8 bit terakhir yaitu .00000000.

    Apabila pada kolom pertama di beri nilai '1' dan yg lainnya bernilai '0' ( .10000000 ) maka
    1. Jumlah IP yang kita miliki (tersedia) sebanyak 128 nomor
    2. Netmask yang harus dipakai adalah 255.255.255.128
    3. Kita dapat menuliskan IP tersebut 192.168.0.0/25 dengan 25 sebagai nilai prefix-nya.
    4. Jumlah segmen yang terbentuk sebanyak 2 yaitu
       192.168.0.0 - 192.168.0.127 -> sesuai dgn point 1. IP yang tersedia sebanyak 128 buah tiap segmen  192.168.0.128 - 192.168.0.255 
    5. Jumlah IP yang dapat dipakai untuk host sebanyak 126 setelah dikurangi dengan Net-ID dan Broadcast .


    Pengertian MYSQL

    Hai. Dari kemarin kita sering banget ngomongin Mysql, Padahal ada yang belum tahu apa sih Mysql itu, hehe.. Berikut ini saya akan jelaskan apa sih Mysql itu.

    MySQL adalah suatu perangkat lunak database relasi (Relational Database Management System atau RDBMS), seperti halnya ORACLE, Postgresql, MS SQL, dan sebagainya. MySQL AB menyebut produknya sebagai database open source terpopuler di dunia. Berdasarkan riset dinyatakan bahwa bahwa di platform Web, dan baik untuk kategori open source maupun umum, MySQL adalah database yang paling banyak dipakai. Menurut perusahaan pengembangnya, MySQL telah terpasang di sekitar 3 juta komputer. Puluhan hingga ratusan ribu situs mengandalkan MySQL bekerja siang malam memompa data bagi para pengunjungnya.
    Fitur MySQL

    Kalau di seri 3.22 MySQL mulai diadopsi banyak orang dan meningkat populasi penggunanya, maka di seri 3.23 dan 4.0-lah terjadi banyak peningkatan dari sisi teknologi. Ini tidak terlepas dari tuntutan pemakai yang semakin mengandalkan MySQL, namun membutuhkan fitur-fitur yang lebih banyak lagi.
    Seri 3.23. Di seri 3.23 MySQL menambahkan tiga jenis tabel baru: pertama MyISAM, yang sampai sekarang menjadi tipe tabel default; kedua BerkeleyDB, yang pertama kali menambahkan kemampuan transaksi pada MySQL; dan ketiga InnoDB, primadona baru yang potensial.
    Seri 4.x. Di seri yang baru berjalan hingga 4.0 tahap alfa ini, pengembang MySQL berjanji akan menjadikan MySQL satu derajat lebih tinggi lagi. Fitur-fitur yang sejak dulu diminta akan dikabulkan, seperti subselek (di 4.1), union (4.0), foreign key constraint (4.0 atau 4.1—meski InnoDB sudah menyediakan ini di 3.23.x), stored procedure (4.1), view (4.2), cursor (4.1 atau 4.2), trigger (4.1). MySQL AB tetap berdedikasi mengembangkan dan memperbaiki MySQL, serta mempertahankan MySQL sebagai database open source terpopuler.
    Keunggulan MySQL
    Penyebab utama MySQL begitu popular di kalangan Web adalah karena ia memang cocok bekerja di lingkungan tersebut. Pertama, MySQL tersedia di berbagai platform Linux dan berbagai varian Unix. Sesuatu yang tidak dimiliki Access, misalnya—padahal Access amat popular di platform Windows. Banyak server Web berbasiskan Unix, ini menjadikan Access otomatis tidak dapat dipakai karena ia pun tidak memiliki kemampuan client-server/networking.
    Kedua, fitur-fitur yang dimiliki MySQL memang yang biasanya banyak dibutuhkan dalam aplikasi Web. Misalnya, klausa LIMIT SQL-nya, praktis untuk melakukan paging. Atau jenis indeks field FULLTEXT, untuk full text searching. Atau sebutlah kekayaaan fungsi-fungsi builtinnya, mulai dari memformat dan memanipulasi tanggal, mengolah string, regex, enkripsi dan hashing. Yang terakhir misalnya, praktis untuk melakukan penyimpanan password anggota situs.
    Ketiga, MySQL memiliki overhead koneksi yang rendah. Soal kecepatan melakukan transaksi atau kinerja di kondisi load tinggi mungkin bisa diperdebatkan dengan berbagai benchmark berbeda, tapi kalau soal yang satu ini MySQL-lah juaranya. Karakteristik ini membuat MySQL cocok bekerja dengan aplikasi CGI, di mana di setiap request skrip akan melakukan koneksi, mengirimkan satu atau lebih perintah SQL, lalu memutuskan koneksi lagi. Cobalah melakukan hal ini dengan Interbase atau bahkan Oracle. Maka dengan load beberapa request per detik saja server Web/database Anda mungkin akan segera menyerah karena tidak bisa mengimbangi beban ini.

    Friday, August 07, 2009

    Restore dan Backup (dump) database lewat console

    Tulisan kali ini tentang bagaimana caranya membackup (Dump) dan merestore database.

    Oya sebelumnya udah tahu apa belum apa sih Dump and Restore database??

    BACKUP atau Sering disebut dump itu merupakan sebuah cara untuk membackup database yang ada di mysql kita, misalnya database kita terkena hack dan date tersebut semuanya hilang. tapi untung untungnya kita sudah membeckup terlebih dahulu. jadi pada saat terjadi hal tersebut database kita mash bisa di selamatkan. dan catatan bagi para pembaca, usahakan untuk membackup database minimal sebulan sekali.
    RESTORE merupakan sebuah cara untuk mengembalikan database kita ke dalam Mysql. hehe..
    untuk caranya membackup database kita adalah sebagai berikut:

    1. Seperti biasa hal pertama yang harus dilakukan adalah membuka console haha..
    2. Setelah itu ketik mysqldump -b (nama database) -u(nama user) -p(pasword) > (lokasi penyimpanan)/database.sql

    Misalnya saya menyimpan DB di desktop (dalam Ubuntu):
    mysqldump -b Mydb -uroot -pMypass > /home/user/Desktop/databaseku.sql

    3. setelah itu periksa lah pada desktop anda pasti akan ada yang namanya databaseku.sql


    Sekarang caranya untuk merestore database kita adalah sebagai berikut :

    1. Buka console seperti biasa hahahaha....
    2. Kalo misalkan kita belum mempunyai databasenya. kita bisa coba membuat databasenya terlebih dahulu dengan cara sebagai berikut:
    a. Login kedalam mysqlnya terlebih dahulu dengan cara: mysql -u root -p
    b. Setelah itu masukan passwordnya.
    c. Ketik create databases (namaDB yang sesuai dengan file SQLnya) nama databese itu bisa diketahui dengan cara membuka file tersebut dan di dalamnya pasti ada nama databasenya.
    d. Setelah itu keti \q untuk keluar dari MYSQL
    3. Setelah berhasil membuat database kita bisa memulai merestore file.Sql kita kedalam mysql kita. dengan perintah mysql -u(user) -p(pass) (namadatabase) < /lokasi/database.sql contoh : mysql Mydb -uroot -pMypass Mydb> /home/user/Desktop/databaseku.sql.

    Demikian lah cara untuk Merestore dan membackup database...
    SELAMAT MENCOBA ..

    Mengubah Password Mysql Lewat Console

    Sebelum mengubah password mysql kita harus membuka console terlebih dahulu.
    setelah membuka console, kita login ke mysql kita dengan cara:

    user@home-Desktop:~$ mysql -u root -p [Enter]
    Enter password : (masukan password anda)

    setelah itu kita liat database yang ada di Mysql anda dengan cara:

    mysql> show databases;

    Maka akan tampil seperti dibawah ini:
    +---------------------------------+
    | Database |
    +----------------------------------+
    | information_schema |
    | dbase_cossin |
    | latihanjava |
    | mysql |
    +---------------------------------+
    7 rows in set (0.00 sec)


    setelah itu kita buka database "Mysql" dengan cara :

    Mysql> use mysql;

    Maka akan tampil seperti ini:

    mysql> use mysql;
    Reading table information for completion of table and column names
    You can turn off this feature to get a quicker startup with -A

    Database changed
    Mysql>

    Setelah itu selesai.. kita lihat isi tabel mysql dengan cara:

    mysql> select host, user, password from user;

    dan maka akan tampl seperti ini :

    +--------------+------------------+-------------------------------------------+
    | host | user | password |
    +--------------+------------------+-------------------------------------------+
    | localhost | root | 43e9a4ab75570f5b |
    +--------------+------------------+-------------------------------------------+
    4 rows in set (0.00 sec)

    Disini saya menggunakan 1 user, jika ada user lain maka akan ada lebih dari 1 user.
    untuk mengubah password mysqlnya dengan cara:

    mysql>SET password for 'root'@'localhost'=old_password('passbaru');
    note: yang diubah hanya kata 'root', 'localhost' dan 'passbaru'
    sesuaikan dengan data anda.
    untuk root = user anda,
    localhoost = host anda,
    passbaru = password baru anda

    setelah berhasil kita lihat tabel perubahannya dengan caar select seperti tadi;

    mysql> select host, user, password from user;

    maka akan tempil perubahan pada coloumn password

    +--------------+------------------+-------------------------------------------+
    | host | user | password |
    +--------------+------------------+-------------------------------------------+
    | localhost | root | 45ss21s54qq458845sa |
    +--------------+------------------+-------------------------------------------+
    4 rows in set (0.00 sec)

    setelah itu berhasil ketik:

    mysql> \q
    untuk keluar dari mysql..

    dan setelah itu coba masuk kembali ke mysql anda dan gunakan password yang baru anda ubah.

    SELAMAT MENCOBA..

    Tuesday, July 21, 2009

    CARA MENGUBAH REPOSITORY UBUNTU 9.4

    Jika Anda adalah seorang yang sudah expert dalam menggunakan Ubuntu, silakan lewati artikel ini. Atau koreksi jika perlu. Saya akan sangat berterima kasih untuk itu. Namun, jika Anda merasa masih menjadi seorang beginner, dan mempunyai sedikit problem dalam hal repository, silakan lanjutkan membaca.

    Secara default, daftar repository yang ada di sistem operasi Ubuntu adalah http://id.archive.ubuntu.com. List repository tsb tersimpan pada sebuah file bernama “sources.list” yang terletak pada direktori /etc/apt/. Tidak menjadi masalah memang jika kita selalu memakai repository tersebut. Hanya saja, untuk lebih mempercepat proses download, kita bisa mengambil dari repo lokal. Berikut ini adalah cara untuk menambahkan daftar source.list di Ubuntu Anda dengan link mirror dalam negeri. Yang dicetak tebal adalah apa yang saya ketikkan di konsol.

    juventusfc@juventusfc:~$ sudo gedit /etc/apt/sources.list

    [sudo] password for juventusfc:
    [isikan password root Anda]

    Mengedit File source.list

    Mengedit File sources.list

    Selanjutnya, aplikasi gedit akan terbuka. Silakan edit file tersebut. Salin daftar berikut ini ke dalam file.

    //COPY MULAI DARI SINI//
    #www.foss-id.web.id (Telkom)
    deb http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu jaunty main restricted universe multiverse
    deb http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu jaunty-updates main restricted universe multiverse
    deb http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu jaunty-security main restricted universe multiverse
    deb http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu jaunty-backports main restricted universe multiverse
    deb http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu jaunty-proposed main restricted universe multiverse

    //SELESAI DI SINI//

    Simpan file lalu keluar. Daftar di atas adalah list yang diambil dari www.foss-id.web.id. Sebenarnya kita tidak harus mengambil dari web tsb, masih banyak web yang menyediakan repository. Salah satu yang menjadi favorit para linuxer adalah di kambing.ui.edu. Yah, sesuka Anda mau ambil dari mana. Back to topic. Proses update tinggal selangkah lagi, yaitu menginstruksikan Sistem Operasi untuk membaca ulang file sources.list tsb. Kembalilah ke terminal, lalu ikuti langkah di bawah ini. Sekali lagi, yang dicetak tebal adalah apa yang saya ketikkan.

    juventusfc@juventusfc:~$ sudo apt-get update

    Get:1 http://dl2.foss-id.web.id jaunty Release.gpg [189B]

    Ign http://dl2.foss-id.web.id jaunty/main Translation-en_US

    Ign http://dl2.foss-id.web.id jaunty/restricted Translation-en_US

    Hit http://id.archive.ubuntu.com jaunty Release.gpg

    Ign http://id.archive.ubuntu.com jaunty/main Translation-en_US

    Ign http://dl2.foss-id.web.id jaunty/universe Translation-en_US

    Ign http://dl2.foss-id.web.id jaunty/multiverse Translation-en_US

    Ign http://id.archive.ubuntu.com jaunty/restricted Translation-en_US

    Ign http://id.archive.ubuntu.com jaunty/universe Translation-en_US

    Ign http://id.archive.ubuntu.com jaunty/multiverse Translation-en_US

    Hit http://id.archive.ubuntu.com jaunty Release

    Get:2 http://dl2.foss-id.web.id jaunty-updates Release.gpg [189B]

    Ign http://dl2.foss-id.web.id jaunty-updates/main Translation-en_US

    Hit http://id.archive.ubuntu.com jaunty/main Packages

    Ign http://dl2.foss-id.web.id jaunty-updates/restricted Translation-en_US

    Ign http://dl2.foss-id.web.id jaunty-updates/universe Translation-en_US

    Hit http://id.archive.ubuntu.com jaunty/restricted Packages

    Hit http://id.archive.ubuntu.com jaunty/main Sources

    Hit http://id.archive.ubuntu.com jaunty/restricted Sources

    Hit http://id.archive.ubuntu.com jaunty/universe Packages

    Ign http://dl2.foss-id.web.id jaunty-updates/multiverse Translation-en_US

    Get:3 http://dl2.foss-id.web.id jaunty-security Release.gpg [189B]

    Hit http://id.archive.ubuntu.com jaunty/universe Sources

    Hit http://id.archive.ubuntu.com jaunty/multiverse Packages

    Hit http://id.archive.ubuntu.com jaunty/multiverse Sources

    Ign http://dl2.foss-id.web.id jaunty-security/main Translation-en_US

    Ign http://dl2.foss-id.web.id jaunty-security/restricted Translation-en_US

    Ign http://dl2.foss-id.web.id jaunty-security/universe Translation-en_US

    Ign http://dl2.foss-id.web.id jaunty-security/multiverse Translation-en_US

    Get:4 http://dl2.foss-id.web.id jaunty-backports Release.gpg [189B]

    Ign http://dl2.foss-id.web.id jaunty-backports/main Translation-en_US

    Ign http://dl2.foss-id.web.id jaunty-backports/restricted Translation-en_US

    Ign http://dl2.foss-id.web.id jaunty-backports/universe Translation-en_US

    Ign http://dl2.foss-id.web.id jaunty-backports/multiverse Translation-en_US

    Get:5 http://dl2.foss-id.web.id jaunty-proposed Release.gpg [189B]

    Ign http://dl2.foss-id.web.id jaunty-proposed/main Translation-en_US

    Ign http://dl2.foss-id.web.id jaunty-proposed/restricted Translation-en_US

    Ign http://dl2.foss-id.web.id jaunty-proposed/universe Translation-en_US

    Ign http://dl2.foss-id.web.id jaunty-proposed/multiverse Translation-en_US

    Get:6 http://dl2.foss-id.web.id jaunty Release [74.6kB]

    Get:7 http://dl2.foss-id.web.id jaunty-updates Release [49.6kB]

    Get:8 http://dl2.foss-id.web.id jaunty-security Release [49.6kB]

    Get:9 http://dl2.foss-id.web.id jaunty-backports Release [49.6kB]

    Get:10 http://dl2.foss-id.web.id jaunty-proposed Release [49.6kB]

    Get:11 http://dl2.foss-id.web.id jaunty/main Packages [1253kB]

    Get:12 http://dl2.foss-id.web.id jaunty/restricted Packages [8848B]

    Get:13 http://dl2.foss-id.web.id jaunty/universe Packages [4757kB]

    Get:14 http://dl2.foss-id.web.id jaunty/multiverse Packages [197kB]

    Get:15 http://dl2.foss-id.web.id jaunty-updates/main Packages [119kB]

    Get:16 http://dl2.foss-id.web.id jaunty-updates/restricted Packages [2092B]

    Get:17 http://dl2.foss-id.web.id jaunty-updates/universe Packages [38.3kB]

    Get:18 http://dl2.foss-id.web.id jaunty-updates/multiverse Packages [3933B]

    Get:19 http://dl2.foss-id.web.id jaunty-security/main Packages [56.4kB]

    Get:20 http://dl2.foss-id.web.id jaunty-security/restricted Packages [2092B]

    Get:21 http://dl2.foss-id.web.id jaunty-security/universe Packages [19.8kB]

    Get:22 http://dl2.foss-id.web.id jaunty-security/multiverse Packages [14B]

    Get:23 http://dl2.foss-id.web.id jaunty-backports/main Packages [6418B]

    Get:24 http://dl2.foss-id.web.id jaunty-backports/restricted Packages [14B]

    Get:25 http://dl2.foss-id.web.id jaunty-backports/universe Packages [7469B]

    Get:26 http://dl2.foss-id.web.id jaunty-backports/multiverse Packages [14B]

    Get:27 http://dl2.foss-id.web.id jaunty-proposed/main Packages [20.1kB]

    Get:28 http://dl2.foss-id.web.id jaunty-proposed/restricted Packages [2381B]

    Get:29 http://dl2.foss-id.web.id jaunty-proposed/universe Packages [7466B]

    Get:30 http://dl2.foss-id.web.id jaunty-proposed/multiverse Packages [4999B]

    Fetched 6780kB in 1min 19s (85.0kB/s)

    Reading package lists… Done

    Selesai. Kini, proses download untuk install aplikasi atau update sistem akan berjalan lebih cepat. Sekian, semoga bermanfaat.


    Tuesday, July 14, 2009

    Membuat Aplikasi Hello World dengan Netbeans

    Kita akan mulai bersentuhan dengan aplikasi GUI menggunakan IDE (Integrated Development Environment). Seperti yang saya katakan sebelumnya, aplikasi GUI menggunakan IDE dalam beberapa hal make our life a little bit easier .

    Kita akan menggunakan Netbeans IDE untuk melakukan hal ini. Berikut adalah langkah-langkahnya :

    1. Install Netbeans
    2. Jalankan Netbeans sehingga muncul layar utama IDE
    3. Hello World GUI1

    4. Klik menu File | New Project
    5. Pilih Java - Java Application
    6. Hello World GUI2

    7. Beri nama Project AppHelloWorld dan hilangkan pilihan Create Main Class, karena kita langsung membuat main class pada form Hello World
    8. Hello World GUI3

    9. Klik kanan pada Project yang baru dibuat, pilih New | JFrame Form…
    10. Beri nama Form yang baru dibuat dengan nama frmHelloWorld. Klik finish. Kita akan diberi satu buah form yang bisa didesain secara leluasa.
    11. Hello World GUI4

    12. Jika di IDE Visual Basic kita mengenal Toolbox, di Netbeans kita mendapatkan sesuatu yang mirip dengan nama Pallete
    13. Hello World GUI6

    14. Drag dan drop komponen Button dari Pallet ke form yang baru kita buat sehingga muncul 1 buah tombol dengan text jButton1
    15. Hello World GUI7

    16. Klik kanan pada tombol tersebut dan pilih Change Variable Name. Ubah nama tombol menjadi btnHello
    17. Hello World GUI8

    18. Klik kanan lagi pada tombol dan pilih Edit Text. Ganti text menjadi Hello World
    19. Klik kanan lagi juga (hehehe…) pada tombol dan pilih menu Events | Actions | actionPerformed. Event ini bisa diumpamakan sebagai event Command_Click pada Visual Basic
    20. Hello World GUI9

    21. Kita akan mendapatkan layar kode. Ketikkan kode berikut :
      1. JOptionPane.showMessageDialog(null, "Hello World !");
    22. Kita akan melihat bahwa Java sudah pintar dengan langsung membuat tanda kutif tutup pada saat kita hendak mengetik “Hello World !”.
    23. Seperti halnya VB, Java juga memiliki feature autocomplete untuk method dan properties. Disini kita juga akan menemukan 1 keunggulan penggunaan IDE dibandingkan mengetik program menggunakan konsole / text editor, yaitu feature Auto Import
    24. Hello World GUI10

    25. Lihat pada bagian kiri kode ada semacam bohlam lampu kecil. Ini menandakan “ada sesuatu” dengan kode yang kita ketik. Karena kita menggunakan JOptionPane, kita membutuhkan librarynya agar Java mengenali komponen ini. Klik pada pada bohlam lampu tersebut dan pilih Add Import for javax.swing.JOptionPane
    26. Hello World GUI11

    27. Setelah kita pilih, Netbeans secara otomatis akan menambahkan tulisan import javax.swing.JOptionPane; pada bagian atas kode.
    28. Simpan project
    29. Klik kanan pada form yang baru dibuat dan klik Run atau tekan tombol SHIFT + F6
    30. Kita akan mendapatkan form dengan 1 buah tombol yang jika diklik akan memunculkan sebuah Message Box “Hello World !”
    31. Hello World GUI12

    Selamat, anda sudah membuat 1 buah program aplikasi yang akan menjadi langkah awal kecintaan anda pada Java :-). Mengapa saya menggunakan JOptionPane dan bukannya Label untuk sekedar menampilkan tulisan Hello World ? Karena JOptionPane ini akan banyak kita gunakan pada tutorial mendatang. Kalau sekedar Label, semestinya tanpa perlu setting macam-macam kita sudah bisa memahaminya

    Koneksi Java & MySQL via Konsole

    Salah satu program yang menarik untuk ditest melalui konsole sebelum nanti mulai menggunakan IDE adalah program koneksi ke database menggunakan JDBC. Mengapa ini menarik karena ada beberapa aspek khas Java yang terkandung didalamnya.

    Kita bisa mencobanya dengan melakukan koneksi ke database MySQL melalui Java. Untuk melakukan hal ini, silakan lakukan tutorial sebagai berikut :


    1. Instalasi database server MySQL. Untuk melakukan instalasi database MySQL pada OpenSUSE silakan merujuk pada panduan http://www.vavai.com/index.php?/categories/7-Migrasi-Database
    2. Jalankan service MySQL melalui YAST | SYSTEM | SYSTEM SERVICE (RUNLEVEl)
    3. Download MySQL Connector J melalui alamat http://www.mysql.com/products/connector/j/ . Ambil versi terbaru. Pada saat panduan ini ditulis, versi terbaru adalah mysql-connector-java-5.1.5
    4. Ekstrak file yang didownload dan ambil file mysql-connector-java-5.1.5-bin.jar. Sesuaikan dengan versi MySQL Connector yang didownload.
    5. Copy file jar tersebut ke lokasi library. Untuk keselarasan dengan panduan saya yang lain, silakan copy ke folder /opt/jdk1.6.0/lib
    6. Buka konsole dan ketik perintah
      1. export CLASSPATH=.:/opt/jdk1.6.0/lib/mysql-connector-java.jar:
    7. Untuk kemudahan, perintah diatas bisa di masukkan kedalam file .bash_profile yang ada di home folder masing-masing
    8. Buka teks editor (kate misalnya) dan ketik kode program berikut ini :
      1. public class TestMysql { public static void main(String args[]) {
      2. try {
      3. /* Test loading driver */
      4. String driver = "com.mysql.jdbc.Driver";System.out.println( "=> loading driver:" );
      5. Class.forName( driver );
      6. System.out.println( "OK" );/* Test the connection */
      7. String url = "jdbc:mysql://localhost/test";System.out.println( "=> connecting:" );
      8. java.sql.DriverManager.getConnection( url, "guest", "" );
      9. System.out.println( "OK" );
      10. }
      11. catch( Exception x ) {
      12. x.printStackTrace();
      13. }
      14. }
      15. }
    9. Simpan dan beri nama TestMysql.java
    10. Buka konsole (ALT+F2, konsole)
    11. Lakukan kompilasi
    12. Jika tidak ada pesan kesalahan, lanjutkan dengan menjalankan program

    TestMysql

    Catatan :

    Program diatas menggunakan database MySQL lokal (localhost) dengan database test, user name guest dan password kosong. Setting ini adalah setting default dan selalu ada pada MySQL. Jika ingin memodifikasi, sesuaikan dengan kondisi setting MySQL anda.

    Kemungkinan Kesalahan :

    1. java: command not found, biasanya setting PATH belum benar. Coba test dengan menjalankan perintah echo $PATH pada konsole dan apakah responnya menunjukkan lokasi JDK yang diinstalasi
    2. class TestMysql is public, should be declared in a file named TestMysql.java. Terjadi jika nama file berbeda dengan nama class. Ingat bahwa Java menganut case sensitive, jadi TestMysql berbeda dengan testmysql
    3. Cannot resolve symbol
    4. symbol  : class stringlocation: class TestMysqlpublic static void main(string[] args)

      ^

      1 error

      Masalah biasanya karena kesalahan ketik

    5. Exception in thread “main” java.lang.NoClassDefFoundError: TestMysql, biasanya terjadi karena menjalankan file class dengan ekstension. Semestinya java TestMysql, bukan java TestMysql.java ataupun TestMysql.class

    Semakin banyak latihan, kita akan semakin terbiasa dan lebih tahu apa yang dimaksud pada pesan kesalahan yang ada.

    Monday, July 13, 2009

    Cara Menginstall Joomla

    Sebelum Kita Meng-Install Joomla ada beberapa software yang perlukan :

    Jika meng-install Joomla menggunakan jasa hosting (langsung online internet di hosting), didalam server host biasanya sudah terdapat PHP, MYSQL dan Apache sehingga kita tidak perlu menginstallnya lagi. Jika ingin membuat website di komputer pribadi terlebih dahulu dan bila sudah selesai baru di upload ke hosting, maka di komputer pribadi harus ter-install PHP, MYSQL dan Apache. untuk ini dapat dinstall program XAMPP, dimana didalamnya sudah terdapat PHP, MYSQL dan Apache.

    Install XAMPP

    Jalankan installer program paket XAMPP, download program xampp disini

    Install XAMPP

    Pastikan untuk meng-install semua service yang dibutuhkan oleh Joomla (PHP, MYSQL dan Apache), jika sudah selesai meng-install semua akan ada tampilan sebagai berikut:

    Install XAMPP, Running PHP, MYSQL, Apache

    Didalam Control panel XAMPP pastikan Apache dan MYSQL dalam kondisi running.

    Install XAMPP, Running PHP, MYSQL, Apache

    Untuk memastikan apakah local server sudah berjalan atau belum dalam browser ketik : localhost.

    Untuk membuat website dalam local server atau komputer pribadi, file dan folder website harus ditempatkan di : C:\Program Files\xampp\htdocs.

    Berikut langkah-langkah untuk install Joomla:

    • Ekstrak paket Joomla yang telah Anda download ke C:\Program Files\xampp\htdocs (untuk komputer pribadi yang menggunakan windows), Jika anda ingin menginstall di server hosting Anda, install di direktori root biasanya terleteka di public_html . Di langkah-langkah selanjutnya, dijelaskan langkah-langkah jika menginstall di komputer pribadi, jika Anda menginstall di server hosting sesuaikan dengan direktori root hosting Anda.
    • Rename folder hasil ekstrak dengan nama yang diinginkan, misalkan : workshop
    • Jalankan internet browser, lalu ketik : http://localhost/workshop atau dengan nama domain anda jika diserver hosting.

    Install Joomla

    • Pre-intallation check : pastikan setiap service server (PHP, MySQL, support Zip,dll) sudah berjalan di komputer Anda, yang ditandai dengan warna hijau. Klik Next
    • License : Klik Next
    • Step 1 : Setting Konfigurasi Database
    • Hostname : localhost
    • MySQL User Name : root
    • MySQL Password : (kosongi saja)

    Konfigurasi Database Joomla

    • MySQL Database Name : workshop (terserah anda, ini untuk nama database nantinya)
    • MySQL Table Prefix : jos_ (sebagai awalan nama tabel di database, ini dapat anda ganti)
    • Drop Existing Tables : Jika dipilih dan jika sebelumnya sudah terdapat database dengan nama yang sama di komputer, maka tabel di database sebelumnya akan dihapus.
    • Backup Old Tables : Jika dipilih maka tabel sebelumnya di database yang sama akan di backup.
    • Install Sample Data : Jika dipilih maka dalam meng-install Joomla akan dikasih contoh data. Jika belum pengalaman dengan Joomla sebaiknya diinstall juga sample datanya, tetapi jika sudah berpengalaman dengan Joomla tidak usah dipilih.

    • Step 2 : Pada site name isi nama website, misal: “Workshop Joomla”. Klik Next

    Step 3, Install Joomla

    • Step 3 : Isi Your Email dengan email Anda dan ubahlah Admin Password sesuai dengan yang diinginkan dan mudah diingat. Klik Next
    • Step 4 : Hapuslah folder [installation] pada folder website Anda yang berada di C:\ProgramFiles\xampp\htdocs\workshop\
    • Klik Administration untuk melihat halaman Administrator website atau dengan mengakses di URL: http://localhost/workshop/administrator

    Step 4, Install Joomla

    Untuk melihat hasil website yang telah diinstall Klik View site atau dengan mengakses URL : http://localhost/workshop



    Tutorial Pengenalan Cepat Java NetBeans IDE

    Tutorial ini menghadirkan pengenalan yang sederhana dan cepat untuk memakai NetBeans IDE, dengan membimbing anda membuat program sederhana "Hello World" yang merupakan aplikasi console java. Setelah anda selesai dengan tutorial ini, anda akan memiliki pengetahuan dasar mengenai bagaimana cara membuat, membangun dan menjalankan aplikasi pada IDE.

    Tutorial ini menghabiskan waktu kurang dari 10 menit.

    Setelah menyelesaikan tutorial ini, anda dapat melanjutkan ke berbagai rangkaian pembelajaran, yang dapat diakses melalui halaman Documentation, Training & Support. Rangkaian pembelajaran ini menyediakan tutorial yang cukup luas yang menyoroti berbagai fitur IDE dan teknik pemrograman untuk berbagai tipe aplikasi. Jika anda tidak ingin membuat aplikasi "Hello World" anda bisa melewatkan tutorial ini dan langsung menuju rangkain pembelajaran.

    Untuk mengikuti tutorial ini, anda membutuhkan software dan sumberdaya berikut:

    Software atau Sumberdaya Versi yang diperlukan
    NetBeans IDE Version 6.1 atau
    version 6.0
    Java Development Kit (JDK) Version 6 atau
    version 5

    Pengaturan Proyek

    Untuk membuat proyek IDE:

    1. Jalankan NetBeans IDE.
    2. pada IDE, pilih menu File > New Project (Ctrl-Shift-N), seperti yang terlihat pada gambar dibawah.

      New Project menu item selected." class="margin-around" height="97" width="269">

    3. Pada bantuan Proyek baru, kembangkan Category Java dan pilih Java Application seperti pada gambar dibawah. Kemudian Klik Next.

      NetBeans IDE, New Project wizard, Choose Project page.

    4. Pada halaman Bantuan "Name and Location" lakukan hal-hal berikut (seperti terlihat pada gambar dibawah):
      • Pada kotak Project Name, ketik HelloWorldApp.
      • Biarkan pilihan "Use Dedicated Folder for Storing Libraries" tidak di-centang (Jika anda menggunakan NetBeans IDE 6.0, pilihan ini tidak ada.)
      • Pada kotak "Create Main Class field", ketik helloworldapp.HelloWorldApp.
      • Biarkan pilihan "Leave the Set as Main Project" ter-centang.

      NetBeans IDE, New Project wizard, Name and Location page.

    5. Klik Finish.

    Proyek sudah dibuat dan langsung terbuka pada IDE. Anda akan melihat komponen-komponen berikut:

    • Jendela Proyek, yang mengandung tampilan "tree" dari komponen-komponen yang ada pada proyek, antara lain, kode sumber, library yang dibutuhkan untuk program dan lain-lain.
    • Jendela editor terbuka dengan file yang bernama HelloWorldApp.
    • Jendela navigasi, yang dengannya anda bisa secara cepat memilih element dari class yang terpilih.

    NetBeans IDE with the HelloWorldApp project open.

    Menambahkan kode pada source file yang sudah dibuat

    Karena sebelumnya ada membiarkan pilihan "Create Main Class" pada bantuan proyek baru, IDE telah membuat rangka kelas untuk anda. Anda bisa menambahkan pesan "Hello World!" pada rangka kode dengan menimpa baris berikut:

                // TODO code application logic here
    dengan baris ini:
                System.out.println("Hello World!");

    Simpan perubahan dengan memilih menu File > Save.

    File harus terlihat seperti gambar berikut:

    /*
    * To change this template, choose Tools | Templates
    * and open the template in the editor.
    */

    package helloworldapp;

    /**
    *
    * @author Sonya Bannister
    */
    public class HelloWorldApp {

    /**
    * @param args the command line arguments
    */
    public static void main(String[] args) {
    System.out.println("Hello World!");
    }

    }

    Mengkompile File Sumber

    Untuk mengkompile file sumber, pilih menu Build > Build Main Project (F11) dari main menu IDE.

    Anda dapat melihat hasil proses build dengan memilih menu Window > Output > Output.

    Jendela output terbuka dan memperlihatkan keluaran yang mirip dengan gambar berikut.

    Output window showing results of building the HelloWorld project.

    Jika keluaran build diakhiri dengan kalimat BUILD SUCCESSFUL, selamat! Anda telah berhasil mengompile program anda!

    Jika keluaran build diakhiri dengan kalimat BUILD FAILED, anda mungkin memiliki kesalahan syntak pada kode anda. Error ditampilkan pada jendela output sebagai teks yang memiliki link. Klik pada link tersebut untuk menuju sumber kesalahan. Kemudian Anda dapat memperbaikinya dan sekali lagi memilih menu Build > Build Main Project.

    Pada saat anda mem-build proyek, file bycode HelloWorldApp.class akan dibuat. Anda dapat lihat dimana file ini berada dengan membuka Jendela Files dan mengembangkan Hello World App/build/classes/helloworldapp seperti yang terlihat pada gambar dibawah.

    Files window, showing the generated .class file.

    Setelah anda mem-build proyek, anda dapat menjalankan program.

    Menjalankan Program

    Dari baris menu IDE, pilih menu Run > Run Main Project (F6).

    Gambar berikut memperlihatkan apa yang seharusnya muncul.

    The program prints Hello World! to the Output window (along with other output from the build script).

    Selamat! Program anda bekerja!

    Sekarang anda tahu bagaimana menyelesaikan beberapa cara pemrograman pada IDE.

    Menambahkan komponen – komponen JCalendar ke dalam Palette Netbeans

    NetBeans

    Netbeans adalah sebuah java IDE terpopuler dikalangan developer java, anda bisa mendapatkannya secara free di www.netbeans.org.

    Netbeans sangat membantu para developer java dalam membuat aplikasi, lebih - lebih setelah direlease nya Netbeans 5.5 Matisse GUI Builder
    , dimana developer dapat mendesign layout aplikasi desktop secara bebas, sebagaimana programmer Visual Basic biasa melakukannya.

    Dalam membuat aplikasi dekstop di java dengan menggunakan komponen - komponen Swing atau AWT kita dapat dengan mudah mendesign layout aplikasi, tinggal klik komponen Swing atau AWT yang anda inginkan di Palette menu dan letakkan komponen Swing atau AWT ke posisi yang diinginkan di Frame layout.

    JCalendar

    Anda bisa menggunakan seluruh komponen – komponen Swing yang anda liat digambar, hanyasanya mungkin buat programmer VB yang biasa menggunakan Date Picker di Visual Basic Studio tidak menemukan komponen serupa di Swing atau AWT. Tapi anda tidak perlu khawatir tentang hal ini, karena banyak sekali komponen Swing dari pihak ketiga, dalam hal ini bisa sebuah organisasi Open Source atau yang lainnya yang bisa anda dapatkan secara gratis maupun yang komersial. Sebut saja JCalendar, adalah sebuah komponen untuk memilih tanggal di java secara grafis, anda bisa mendownloadnya di http://www.toedter.com/download/jcalendar.zip

    Menambahkan komponen – komponen JCalendar ke dalam Palette Netbeans

    setelah anda mendownload, dan extract file distribusinya, anda dapat menambahkan komponen JCalendar ke dalam palette Netbeans menu, sehingga nanti komponen JCalendar pun dapat muncul bersama dengan komponen – komponen Swing dan AWT lainya.

    Langkahnya adalah :

    Tools – Palette Manager – Swing/AWT Components


    Kemudian expand Swing node, dan klik tombol “Add from JAR”, setelah itu muncul chooser dialog, dan anda tinggal memilih dimana lokasi JAR JCalendar tadi diletakkan.

    Setelah anda klik tombol next kemudian akan muncul dialog berikut :

    pilih semua komponen yang ada di Show marked JavaBeans lalu klik
    tombol Next
    Pada dialog terakhir anda diminta untuk memilih kategori dimana JCalendar komponen ini akan di kelompokkan, pilihlah kategori Swing dan kemudian klik Finish.

    Gambar dibawah terlihat bahwa komponen JCalendar yang baru saja anda tambahkan sudah muncul di Palette Manager.

    Untuk seterusnya anda bisa "click and drop" komponen - komponen JCalendar


    Selesai